Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Muktamar NU ke-35 di Tambakberas Soroti Pemikiran Mbah Wahab dan Pilihan Kepemimpinan

Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, bertepatan dengan usia ke-100 NU dan di lingkungan makam salah satu pendiri NU, KH Abdul Wahab Chasbullah (Mbah Wahab). Dalam berbagai acara pendahuluan seperti bedah buku dan Istighotsah, Gus Yahya Cholil Stauf menekankan pentingnya meneladani pemikiran Mbah Wahab yang tidak hanya fokus pada pelestarian masa lalu, tetapi juga menyiapkan agenda perjuangan untuk menghadapi masa depan. Menurutnya, gagasan Mbah Wahab yang mampu membaca dinamika perubahan dunia masih relevan sebagai arah perjuangan NU ke depan. Muktamar direncanakan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 dan akan dibuka oleh Presiden Prabowo Subianto.

Sementara itu, Ustaz Taufik Suprapto dari Bekasi memberikan apresiasi terhadap rekam jejak KH Marsudi Syuhud sebagai calon Ketua Umum PBNU. Ia menilai kapabilitas dan jam terbang KH Marsudi di tingkat nasional maupun internasional, kedalaman ilmu, visi kepemimpinan inklusif, dan dedikasi dalam membangun jaringan organisasi luas menjadi modal krusial. Ia berharap pemimpin NU ke depan mampu menciptakan kekuatan ekonomi bagi warga Nahdliyyin.

Terkait tata kelola pemilihan kepemimpinan, Gus Yahya menyatakan seluruh usulan terbuka untuk didiskusikan demi kemaslahatan organisasi, bukan kepentingan pragmatis jangka pendek. Muktamar tetap berlandaskan AD/ART yang berlaku saat ini, dengan perubahan regulasi baru diterapkan pada Muktamar Ke-36.

Menurut tiap media