Muktamar NU ke-35: Gus Kikin Terpilih, Lukman Edy Sosok Kunci, Gus Ipul Bantah Keterkaitan PMII-HMI
Rangkuman gabungan dari 5 media · disusun dengan AI
Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, berhasil menetapkan KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) sebagai Ketua Umum Pengurus Besar PBNU untuk masa khidmah 2026-2031. Gus Kikin, pengasuh Pesantren Tebuireng yang ditunjuk melanjutkan perjuangan KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah), terpilih melalui proses demokratis diikuti 472 wilayah dan cabang NU di seluruh Indonesia. K.H. Miftachul Akhyar terpilih sebagai Rais Aam PBNU. Menurut CNN Indonesia, Gus Kikin mendapatkan 472 suara dalam pemilihan melalui AHWA, mengalahkan empat kandidat lainnya. Pemilihan ini diumumkan oleh KH Anwar Iskandar dan para kiai sepuh majelis.
Di balik keberhasilan ini, Muhammad Lukman Edy (dikenal sebagai Abi Rekso) berperan sebagai sosok penting dalam tim pemenangan Gus Kikin. Dengan latar belakang sebagai mantan Ketua PKB Riau, Sekjen DPP PKB, dan Menteri PDT di bawah pemerintahan SBY, Lukman Edy berhasil menggalang dukungan dalam waktu singkat hanya dua minggu setelah Gus Kikin memutuskan maju. Menurut JPNN.com dan Media Indonesia, ia mengumpulkan dukungan dari 472 wilayah dan cabang NU di seluruh Indonesia melalui koordinasi yang efisien dan sinergi tim.
Sementara itu, Gus Ipul (Saifullah Yusuf) sebagai Ketua Organizing Committee menegaskan bahwa mengaitkan kondisi internal NU dengan latar belakang organisasi seperti PMII dan HMI tidak tepat. Ia menyatakan bahwa Muktamar ke-35 NU adalah urusan internal organisasi besar Islam tertinggi di Indonesia, bukan sekadar isu sentimen antar kelompok mahasiswa. Gus Ipul menekankan bahwa seluruh proses muktamar telah berjalan demokratis, transparan, dan tepat waktu, termasuk pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU tanpa ada intervensi pihak eksternal. Menuruhnya pula, NU sebagai jam'iyah besar tidak milik individu, kelompok, partai politik, atau organisasi mahasiswa tertentu. Ia meminta agar narasi pertentangan antarkelompok dihentikan agar tidak mengecilkan marwah organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia. Menurut kumparan, Cak Imin pernah menyatakan bahwa kepemimpinan alumni HMI berkontribusi pada keterpurukan NU, namun pernyataan ini menuju generalisasi bahwa asal-usul kaderisasi seseorang menjadi penyebab masalah organisasi. Artikel menekankan bahwa kaitan sebab-akibat tidak bisa disimpulkan hanya dari kemunculan bersamaan, sehingga kritik harus fokus pada kinerja, tata kelola, dan integritas kepemimpinan, bukan identitas organisasi.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Media Indonesia
Ucapkan Selamat ke Gus Kikin, Puan: Semoga NU Semakin Baik
1 September 2026 pukul 19.56 · Baca aslinya ↗
Terungkap Sosok Penting di Balik Kemenangan Telak Gus Kikin Jadi Ketum PBNU
3 September 2026 pukul 13.10 · Baca aslinya ↗
Gus Ipul Tegaskan Muktamar ke-35 NU Bukan Urusan Sentimen PMII dan HMI
3 September 2026 pukul 18.24 · Baca aslinya ↗
JPNN.com
Lukman Edy, Figur Tersembunyi di Balik Keberhasilan Gus Kikin Pimpin PBNU
2 September 2026 pukul 16.09 · Baca aslinya ↗
Detik.com
Gus Ipul Sayangkan Pernyataan Cak Imin: Jangan Reduksi NU Jadi Urusan PMII dan HMI
2 September 2026 pukul 17.34 · Baca aslinya ↗
kumparan
NU, HMI, dan Kekeliruan Menentukan Sebab
3 September 2026 pukul 17.00 · Baca aslinya ↗
Gus Ipul Sebut Muktamar ke-35 NU Berjalan Tertib: Tak Ada Peserta Susupan
3 September 2026 pukul 19.33 · Baca aslinya ↗
CNN Indonesia
Gus Ipul Sebut Muktamar NU Berjalan Tertib, Tidak Ada Peserta Susupan
4 September 2026 pukul 00.00 · Baca aslinya ↗