NASA Ungkap Pengaruh Aktivitas Matahari dan Interaksi Antarbintang terhadap Iklim Bumi
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Dua penelitian yang didukung NASA mengungkapkan bahwa aktivitas Matahari dan perjalanan tata surya melalui lingkungan antarbintang di galaksi berpengaruh signifikan terhadap kondisi Bumi dan iklimnya pada masa lalu. Salah satu temuan menunjukkan bahwa heliosfer, lapisan pelindung yang terbentuk dari angin Matahari, pernah mengalami penyusutan drastis ketika tata surya melewati awan antarbintang yang padat. Dalam kondisi ekstrem, heliosfer bahkan bisa lebih kecil dari orbit Bumi, menexpose planet ini pada partikel berenergi tinggi dari luar tata surya. NASA memperkirakan peristiwa serupa terjadi jutaan tahun lalu.
Penelitian NASA SHIELD menambahkan bahwa perubahan lingkungan Matahari dalam beberapa juta tahun yang lalu dapat memengaruhi iklim Bumi. Tiga kali dalam beberapa juta tahun terakhir, Matahari bertemu dengan hamparan gas dan debu dingin antarbintang yang menekan heliosfer sehingga Bumi terpapar lingkungan antarbintang. Hasil simulasi cocok dengan bukti geologis berupa unsur debu antarbintang dalam sampel inti sedimen laut, salju Antartika, dan sampel Bulan.
Paparan awan hidrogen galaksi dingin meningkatkan kandungan uap air dan mengubah dinamika atmosfer. Penelitian lain oleh Vladimir Airapetian menjelaskan paradoks bagaimana Bumi tetap hangat meski Matahari purba hanya 70% kecerahan. Lontaran partikel superflare dari bintang muda menghasilkan nitrous oxide, gas rumah kaca 300 kali lebih kuat daripada CO2, yang dapat menghangatkan Bumi hingga 5°C di khatulistiwa. Perbedaan meliputi: CNN menyebutkan tiga pertemuan Matahari dengan awan antarbintang, sementara Media Indonesia tidak menyebut frekuensi; serta CNN menyebutkan dampak simulasi pada iklim dan gas rumah kaca, yang tidak ada dalam laporan Media Indonesia.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
CNN Indonesia
Penelitian NASA Ungkap Cara Matahari Membentuk Iklim Bumi
28 Agustus 2026 pukul 09.00 · Baca aslinya ↗
Media Indonesia
NASA Ungkap Pengaruh Aktivitas Matahari terhadap Bumi dan Iklim di Masa Lalu
28 Agustus 2026 pukul 22.25 · Baca aslinya ↗