Jakarta · Sabtu, 26 September 2026Cari
WargaKonoha

Satpol PP Surabaya Dikabarkan Hambatkan Ambulans Bawa Jenazah, Kasus Diselesaikan Secara Ke Keluarga

Seorang anggota Satpol PP Surabaya diduga menghalangi ambulans yang sedang mengantarkan jenazah di Jalan Taman Putro Agung Kulon, sesuai rekaman video yang viral di media sosial. Peristwa ini terjadi pada Selasa, 22 September 2025, sekitar pukul 19.05 WIB. Dalam video yang diunggah akun Instagram @sekitarsurabaya.id, seorang pria dengan jaket hitam tampak mendekati pengendara ambulans sambil bertanya secara berulang apakah ada pasien atau keluarga di dalam kendaraan. Suara sirene ambulans masih terdengar saat pria tersebut berdiskusi dengan perekam video. Pengemudi ambulans, yang mengaku bernama Jeki, menjelaskan bahwa mereka sedang mengantarkan jenazah dari sebuah rumah sakit di Surabaya ke Dusun Panobun Timur, Ketapang, Sampang, Madura. Ambulans tiba di rumah sakit pukul 18.50 WIB dan jenazah dimasukkan sekitar pukul 19.00 WIB. Menurut Jeki, oknum Satpol PP tersebut mengikuti ambulans sebelum tiba-tiba mengetuk pintu dan mempertanyakan penggunaan sirine.

Plt Kepala Satpol PP Surabaya, Irna Pawanti, mengklarifikasi bahwa petugas berniat memberi tahu pengemudi mengenai kaca spion yang tertutup, namun terjadi miskomunikasi karena suara sirine yang keras. Sementara kumparan melaporkan bahwa oknum Satpol PP bernama Dimas dan kejadian terjadi pada Rabu, 23 September 2025, sementara JPNN.com menyebut kejadian terjadi di Ketapang, Sampang, Madura. Kasus ini telah diselesaikan secara kekeluargaan melalui mediasi di Kantor Kecamatan Bulak, di mana petugas terkait telah meminta maaf dan membuat surat pernyataan.

Pihak Satpol PP Surabaya membenarkan anggotanya yang viral dalam video menghentikan ambulans bawa jenazah. Menurut mereka, anggota berniat membantu dengan ingin memberi tahu pengemudi tentang kaca spion yang tertutup. Karena sirene keras tidak terdengar jelas, anggota mengetuk kaca untuk meminta pengemudi mengecilkan suara. Setelah mengetahui ada jenazah dalam ambulans, anggota mempersilakan kendaraan melanjutkan perjalanan tanpa niat menghalangi. Namun, JPNN.com dan kumparan tidak merinci apakah ada pernyataan resmi dari pihak rumah sakit atau keluarga yang terlibat.

Menurut tiap media