Jakarta · Sabtu, 22 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

OpenAI Luncurkan ChatGPT Khusus Remaja dengan Fitur Keamangan dan Pengawasan Orang Tua

OpenAI merilis ChatGPT for Teens, versi khusus ChatGPT yang ditujukan untuk remaja berusia 13-17 tahun. Versi ini dilengkapi dengan Study Mode yang memberikan panduan bertahap melalui pertanyaan pemandu, kuis, dan alat visualisasi pembelajaran, bukan jawaban instan. Fitur ini dirancang untuk mendukung proses belajar di luar kelas sekaligus mendeteksi kecurangan. Pengguna di bawah 18 tahun otomatis dialihkan ke mode perlindungan ini.

Kontrol orang tua tersedia melalui Quiet Hours (Jam Tenang) dan Study Hours yang memungkinkan pengaturan waktu penggunaan serta notifikasi istirahat setelah 90 menit. Sistem juga memblokir interaksi romantis atau seksual, melarang respons tentang perasaan pribadi, dan memberi pengingat tidak membagikan data sensitif. OpenAI menekankan komitmennya untuk menjaga kemampuan ChatGPT mendukung pembelajaran dan eksplorasi anak sekaligus meningkatkan keamanan.

Peluncuran ini datang setelah OpenAI menghadapi tuntutan hukum dari keluarga yang menuduh ChatGPT berkontribusi pada kekerasan atau bunuh diri remaja, termasuk kasus dari British Columbia (April 2025) dan Florida (Juni 2025). Meskipun demikian, uji coba mengungkap bahwa batasan keamanan masih dapat dilewaki — chatbot berhasil ditipu untuk menulis esai 776 kata dan menyelesaikan soal aljabar SAT menggunakan akun fiktif berusia 15 tahun. Sumber yang berbeda melaporkan data survei yang berbeda: CNN Indonesia mengutip Pew Research Center yang menunjukkan hampir sepertiga remaja AS menggunakan chatbot AI setiap hari, sementara Liputan6.com mengutip Common Sense Media yang menemukan 72% remaja menggunakan chatbot AI sebagai teman bicara. OpenAI tetap membantah semua tuduhan tersebut dan menyatakan fitur masih dalam tahap awal.

Menurut tiap media