Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

PAM Jaya Pastikan Pasokan Air Jakarta dari Waduk Jatiluhur Aman hingga Akhir 2026

Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin memimpin timnya untuk melakukan kunjungan kerja ke Waduk Jatiluhur di Purwakarta, Jawa Barat, guna memastikan ketersediaan pasokan air baku Jakarta tetap aman meski tinggi muka air menurun akibat musim kemarau. Kedua sumber melaporkan kunjungan yang sama, namun terdapat perbedaan kecil dalam pengukuran tinggi muka air waduk. VOI melaporkan tinggi muka air waduk berada di 96,33 meter di atas permukaan laut (MDPL), sementara Detik.com menyebutkan angka 96,34 meter MDPL. Kedua media setuju bahwa tinggi air ini masih berada di atas batas operasi normal bawah dan jauh di atas batas bawah operasi waduk. PAM Jaya menyatakan bahwa sekitar 82 persen kebutuhan air baku Jakarta bergantung pada Waduk Jatiluhur ini.

Dalam hal neraca air hingga 31 Desember 2026, kedua media melaporkan angka yang konsisten. VOI menyebutkan simulasi menunjukkan ketersediaan air sebesar 3,6 miliar meter kubik dengan kebutuhan 2.658 miliar meter kubih, sehingga neraca air positif sebesar 976 juta meter kubik. Detik.com menambahkan rincian bahwa cadangan air tampungan waduk sebesar ±3,6 miliar meter kubih, perkiraan aliran Sungai Citarum ±1,97 miliar meter kubih, dan sumber air setempat ±374 juta meter kubih, dengan selisih lebih kebutuhan sebesar ±976 juta meter kubih. Kesimpulannya, ketersediaan air baku untuk suplai ke Jakarta hingga akhir 2026 diperkirakan tetap aman.

PAM Jaya dan PJT II sepakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan serta memantau perkembangan tinggi muka air secara berkala guna memastikan pasokan air tetap terjaga di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

Menurut tiap media