Jakarta · Senin, 24 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pemerintah Cetak Sawah 10.000 Ha di Transmigrasi Malut, Realisasi Hanya 1.900 Ha

Pemerintah melalui Kementerian Transmigrasi menargetkan penciptaan 10.000 hektar sawah baru di kawasan transmigrasi Maluku Utara, namun hingga kini hanya terrealisasi sekitar 1.900 hektar. Target dan realisasi ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi antara Kementerian Transmigrasi, Pemerintah Provinsi Malut, dan pemerintah daerah yang memiliki kawasan transmigrasi, yang dilaksanakan pada 21-22 Agustus 2026 di Kota Ternate.

Rapat ini bertujuan untuk mendengarkan keluhan petani dan sektor pertanian terkait permasalahan seperti irigasi yang kurang, limbah pertambangan, dan banjir yang menghambat produktivitas. Meskipun ada produksi beras dari kawasan transmigrasi, hasilnya belum mencukupi kebutuhan masyarakat setempat sehingga kebutuhan beras dan sembako terutama di Ternate masih diimpor dari provinsi lain.

Untuk mencetak sawah baru, pembangunan infrastruktur pendukung seperti saluran irigasi, bendungan, dan sumber air menjadi prioritas. Kementerian Transmigrasi akan bersinergi dengan kementerian terkait seperti Pertanian, Perhubungan, Pendidikan, Kesehatan, dan Pekerjaan Umum. Program ini dilakukan di luar Pulau Jawa karena sawah di Jawa beralih fungsi ke perumahan dan fasilitas. Malut menyatakan komitmen untuk meningkatkan produksi beras guna mencukupi kebutuhan sendiri bahkan mendukung swasembada beras nasional.

Menurut tiap media