Jakarta · Rabu, 9 September 2026Cari
WargaKonoha

Pemerintah dan Baznas Luncurkan Beasiswa S2 bagi 200 Mahasiswa Palestina di 33 Kampus

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) meluncurkan Program Beasiswa Palestina Baznas 2026 untuk 200 mahasiswa asal Palestina. Program ini ditujukan bagi lulusan S1 Palestina untuk melanjutkan studi ke jenjang magister (S2) di 33 kampus mitra di Indonesia. Luncuran dilakukan di Gedung Kemdiktisaintek, Jakarta, pada Rabu (9/9), dengan hadirin Ketua Baznas RI Sodik Mujahid, Menteri Brian Yuliarto, dan Pimpinan Baznas Bidang Pendistribusian Idy Muzayyad.

Baznas mengalokasikan anggaran sekitar Rp22 miliar untuk program ini, yang mencakup biaya pendidikan, biaya hidup, praktikum, buku, dan pembinaan akademik selama studi. Sodik Mujahid menekankan bahwa pendidikan menjadi sarana penting untuk menyiapkan generasi Palestina yang dapat berkontribusi membangun masa depan negaranya. Ia menyatakan, "Kami percaya pendidikan adalah jalan menuju perdamaian." Brian Yuliarto mengapresiasi komitmen Baznas dan menyebut investasi pada pendidikan sebagai investasi terbaik bagi bangsa. Idy Muzayyad menjelaskan bahwa program ini merupakan skema baru bantuan Baznas, dilatarbelakangi kondisi Palestina yang masih mengkhawatirkan, sehingga bantuan langsung belum optimal.

Perbedaan melapornya media: Media Indonesia melaporkan luncuran pada tanggal 9 September 2026, sementara JPNN.com melaporkan pada tanggal 9 September 2026 pula, namun Media Indonesia menyebutkan kuota Seleksi Nasional Masuk Program Mitra (SNPMB) 2026 sebanyak 604.446 kursi dengan penambahan 163 prodi baru dan sistem database foto untuk mendeteksi sindikat kejahatan akademik, yang tidak disebutkan oleh JPNN.com. JPNN.com menekankan aspek pembentukan karakter dalam beasiswa, sementara Media Indonesia lebih fokus pada aspek akademik dan anggaran program.

Menurut tiap media