Jakarta · Selasa, 25 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pemerintah dan PAN Respons Gempa NTT: Potong Gaji Kader, Tolak Bantuan Asing

Gempa bumi magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026 menyebabkan 91 orang meninggal, 1.286 orang luka, dan 161.084 orang mengungsi, menurut data BNPB per 23 Agustus 2026. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 51 persen korban meninggal akibat dampak langsung gempa, seperti tertimpa reruntuhan bangunan, sementara 49 persen sisanya akibat dampak tidak langsung. Distribusi korban berdasarkan usia meliputi 39 lansia, 4 batita, 1 balita, 12 anak dan remaja, serta 35 dewasa, dengan rincian 40 korban pria, 48 wanita, dan tiga belum teridentifikasi.

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) meminta kader partainya yang menjabat sebagai menteri, anggota DPR RI, hingga DPRD memotong gaji sebulan untuk membantu korban gempa NTT dan kebakaran hutan di Kalimantan. Pernyataan ini disampaikan Zulhas di sela-sela tasyakuran HUT ke-28 PAN di Jakarta pada Minggu, 23 Agustus 2026. Zulhas juga menyatakan telah mengunjungi lokasi bencana dan menyalurkan bantuan berupa makanan, pakaian, dan uang, dengan kehadiran sejumlah kader PAN yang sedang menjabat, termasuk menteri, anggota DPR dan DPRD, hingga bupati dan wali kota.

Pemerintah menolak bantuan asing untuk gempa NTT dan menegaskan kebutuhan pangan terdampat dapat dipenuhi dari dalam negeri. Menteri Koordinator Pangan dan Ketua Umum PAN Zulhas menyatakan stok beras, telur, ayam, ikan, dan gula cukup bahkan lebih dari cukup untuk masyarakat terdampit. Pemerintah bersama Bulog dan Bapanas tengah mempercepat distribusi bantuan pangan, dengan perkiraan waktu 1-2 hari untuk menjangkau sebagian besar wilayah terdampit, meski beberapa wilayah sulit dijangkau mungkin membutuhkan waktu lebih lama.

Menurut tiap media