Jakarta · Rabu, 16 September 2026Cari
WargaKonoha

Pemerintah Gencarkan Penanganan 7.000 Kawasan Kumuh dengan Pendekatan Terpadu

Menteri Koordinator Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memperkenalkan pendekatan terpadu penanganan 7.000 kawasan kumuh di Indonesia. Dulu, intervensi terpisah oleh masing-masing sektor menyebabkan rumah yang sudah diperbaiki tidak layak bila fasilitas air minum dan sanitasi tidak tersedia. Sekarang, pemerintah fokus pada 16 kawasan terpilih di 16 provinsi dengan total 436 hektar pada 2026, menggunakan instrumen seperti BSPS, program rumah tidak layak huni, dan fasilitas pembiayaan perumahan. Dari 7.000 kawasan kumuh, 5.620 termasuk kategori ringan, 100 kaburu, dan sisanya sedang. Penanganan dibagi: pusat atas 15 hektar, provinsi 10-15 hektar, kabupaten/kota di bawah 10 hektar.

Pemerintah berkomitmen meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pendekatan terpadu lintas sektor. Pada tahun 2026, intervensi penataan difokuskan pada 16 kawasan seluas 436 hektare di 16 provinsi. Untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas, pemerintah akan menyediakan sistem pemantauan berupa dashboard khusus guna mengawasi progres penataan di setiap daerah.

Perbedaan meliputi: Liputan6.com melaporkan 100 kawasan kumuh termasuk kategori kaburu (berat), sementara CNN Indonesia melaporkan 100 kawasan masuk kategori berat. Kedua sumber setuju pada jumlah total 7.000 kawasan kumuh, 5.620 kawasan kategori ringan, dan target 436 hektar di 16 provinsi pada 2026.

Menurut tiap media