Pemerintah Jabar Menyegel Sementara Proyek Data Center AI di Purwakarta
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Pemerintah Jawa Barat, melalui Gubernur Dedi Mulyadi, menyegel sementara proyek pusat data AI BDX Data Centers di Jatiluhur, Purwakarta, karena belum memiliki dokumen Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Kedua dokumen tersebut merupakan persyaratan wajib sebelum konstruksi dapat dilanjutkan. Proyek ini menjadi sorotan karena ketergantungan infrastruktur AI terhadap sumber daya air, dengan setiap sesi interaksi AI 30 menit membutuhkan sekitar 600 mililiter air untuk pendinginan, menurut SINDOnews, atau sekitar 5 tetes air, menurut CNBC Indonesia.
Penggunaan air pendingin sistem data center menjadi sangat besar, mencapai 66 juta meter kubik pada 2023 secara global. Data center di Malaysia dapat mengonsumsi hingga 70.000 liter air per hari per megawatt kapasitas, sementara data center Amerika Serikat dapat menggunakan 731 miliar hingga 1.125 miliar liter air per tahun, setara dengan pasokan air minum kota New York. Keberatan utama terhadap penggunaan biosida seperti klorin dioksida dan bromin dalam sistem pendingin evaporatif adalah potensi pencemaran air jika tidak ditangani dengan baik. Namun, penempatan data center dengan sumber energi terbarukan dan langkah mitigasi dapat mengurangi jejak air AI hingga 86%.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
SINDOnews
Selain Air, Biosida Pendingin Data Center Purwakarta Bisa Jadi Ancaman
4 Oktober 2026 pukul 18.56 · Baca aslinya ↗
CNBC Indonesia
Air dari Data Center Simpan Ancaman Biosida, Ini Penjelasannya
5 Oktober 2026 pukul 12.50 · Baca aslinya ↗