Jakarta · Kamis, 27 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pemerintah Luncurkan Program PLTS 100 GW untuk Kemandirian Energi

Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Program Pembangking Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GW di Gilimanuk, Bali, pada 25 Agustus 2026. Program ini merupakan bagian dari Klaster Kemandirian Energi dan Air dengan target penyelesaian 2029. Pemerintah menargetkan pembangunan PLTS 30 GWp dan penghentian operasional PLTD 13 GW pada 2026. Indonesia memiliki potensi energi surya 3.294 GWp, namun kapasitas terpasang hanya 1,5 GWp pada April 2026.

Efisiensi biaya listrik diperkirakan mencapai Rp 73,9 triliun hingga Rp 74 triliun per tahun, dengan proyeksi menciptakan sekitar 1,7 juta lapangan pekerjaan, termasuk lebih dari 760 ribu green jobs. Program ini akan dibangun dalam tiga tahap: Tahap I 17 GWp, Tahap II 18 GWp, dan Tahap III 30 GWp.

Pemerintah juga melaporkan pembangunan 15 pembangkit energi baru terbarukan pada 2025, terdiri dari 12 PLTS dan tiga PLTMH dengan total nilai Rp 103,3 miliar. Pada 2026, dilanjutkan melalui 39 lokasi PLTS Terpadu di wilayah 3T untuk 4.259 rumah tangga dengan nilai Rp 450,2 miliar, serta tiga lokasi PLTMH untuk 464 rumah tangga dengan nilai Rp 50,4 miliar. Program Listrik Desa telah menjangkau 1.403 lokasi di 36 provinsi.

Menurut tiap media