Jakarta · Kamis, 3 September 2026Cari
WargaKonoha

Pemerintah Optimalkan OMC dan Awan Hujan untuk Cegah Karhutla di Jambi

Pemerintah memaksimalkan potensi awan hujan untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan bahwa berdasarkan prakiraan BMKG, peluang awan hujan diperkirakan akan meluas pada periode 10-15 September, meski saat ini potensi tersebut masih terbatas di sejumlah wilayah. September dijelaskan sebagai periode kritis dalam penanganan karhutla, sehingga langkah-langkah pencegahan perlu diperketat.

Informasi mengenai perkembangan awan hujan disampaikan oleh Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Thaha Jambi, Ibnu Sulistyono, dalam rapat koordinasi penanganan karhutla. Rapat tersebut hadir oleh Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Gubernur Jambi Al Haris, hingga perwakilan TNI, Polri, dan Manggala Agni Kemenhut. Menhut menekankan pentingnya memanfaatkan setiap keberadaan awan hujan, karena OMC dianggap sebagai solusi paling efektif untuk mengatasi karhutla, baik melalui hujan alami maupun hujan yang dimodifikasi secara teknis.

Di Jambi, tren hot spot dan penanganan karhutla relatif baik, namun Menhut menegaskan pentingnya pemantauan kembali untuk memastikan tidak ada titik api baru yang muncul. Ia mencatat bahwa meski hot spot di Jambi mencapai nol pada Senin malam, namun pagi harinya tercatat peningkatan kembali jumlah hot spot. Pemerintah juga memantau titik panas secara intensif untuk memastikan setiap deteksi hotspot diverifikasi, dengan melibatkan koordinasi lintas sektor termasuk Pemda, TNI, Polri, dan masyarakat.

Menurut tiap media