Pemerintah Perketat Pengawasan Impor dengan Teknologi dan SDM
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan pemerintah akan memperketat pengawasan impor dengan mengandalkan teknologi seperti X-ray dan sistem berbasis risiko, sehingga tidak perlu membongkar seluruh kontainer yang masuk ke Indonesia. Pendekatan ini dilakukan karena besarnya volume pekerjaan pengawasan yang membuat pemeriksaan satu per satu kontainer tidak lagi efisien. Sistem ini juga mampu memberikan peringatan ketika terjadi perubahan dalam pemberitahuan impor, seperti perubahan nomor HS atau jenis barang yang dilaporkan importir.
Dengan sistem berbasis risiko, pemerintah dapat memusatkan pemeriksaan pada kontainer yang memiliki indikator risiko tertentu, sementara arus barang yang memenuhi ketentuan tetap dapat berjalan tanpa hambatan. Suahasil menekankan bahwa sebagian besar barang impor digunakan untuk kebutuhan produksi dan konsumsi masyarakat, sehingga penting untuk tidak memperlama proses pengawasan namun tetap menjaga keamanan.
Menkeu juga menyiapkan tiga langkah penguatan pengawasan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), termasuk penguatan sumber daya manusia dengan menekankan kualitas, kompetensi, dan integritas aparat. Teknologi juga menjadi bagian penting untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi pengawasan. Terkait upaya ini, DJBC sebelumnya berhasil gagal lima impor beras hingga pakaian bekas ilegal senilai Rp27,3 juta.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Warta Ekonomi
Tak Perlu Bongkar Semua Kontainer, Suahasil Pakai Sistem Ini untuk Awasi Barang Impor
22 September 2026 pukul 16.10 · Baca aslinya ↗
ANTARA News
Menkeu Suahasil siapkan 3 langkah perkuat pengawasan Bea Cukai
22 September 2026 pukul 17.48 · Baca aslinya ↗