Jakarta · Selasa, 6 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Pemerintah Rencanakan Pengembangan PLTN hingga 7 GW dalam Renstra Nasional

Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan pengembangan PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) sebagai bagian dari strategi energi nasional. Menurut informasi yang diterima oleh Detik.com dari Direktur Utama PLN, target kapasitas pengembangan PLTN mencapai 7 GW telah dimasukkan dalam pemetaan Renstra Nasional. Hal ini disampaikan oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, yang menekankan pentingnya pengembangan energi nuklir untuk mengurangi ketergantungan pada energi impor, terutama di tengah ketegangan di Timur Tengah.

Sementara itu, Warta Ekonomi melaporkan bahwa pengembangan PLTN Indonesia masih menunggu terbitnya Peraturan Presiden (Perpres). PLN menargetkan pelelangan proyek PLTN pada 2027 setelah menyelesaikan tahapan feasibility study, financial close, konstruksi selama 5 tahun, dan commissioning. PLTN membutuhkan waktu sekitar 10-15 tahun untuk selesai, jauh lebih lama dibandingkan PLTU atau PLTGU yang memakan waktu 5-7 tahun.

Dalam RUPTL 2025-2034, terdapat rencana pengembangan 2 x 250 MW PLTN di Kalimantan Barat dan Bangka Belitung. Target jangka panjang hingga tahun 2060 adalah mencapai kapasitas total 35 GW. Namun, terdapat perbedaan angka antar media: Detik.com menyebut target 7 GW dalam Renstra Nasional, sementara Warta Ekonomi menyebutkan target jangka panjang 35 GW hingga 2060, tanpa menyebutkan angka 7 GW dalam konteks yang sama.

Menurut tiap media