Jakarta · Senin, 7 September 2026Cari
WargaKonoha

Pemerintah Tambah Alokasi Beras untuk Menghadapi Kemarau Kering Parah

Pemerintah menambah alokasi beras program SPHP sebesar 1 juta ton sampai akhir tahun 2026 untuk menghadapi kemarau kering yang menghambat produksi beras. Penambahan ini diperkirakan berlangsung hingga awal tahun 2027. Total alokasi SPHP menjadi 1,82 juta ton, dengan harga jual maksimal Rp 12.500 per kg. Kemarau tahun ini lebih parah dibanding kemarau basih tahun sebelumnya, sehingga hampir tidak ada produksi petani. Perum Bulog secara sukarela mengajukan 400.000 ton, namun pemerintah menyediakan 1 juta ton untuk memastikan pasokan hingga masa panen raya Maret 2027. Menteri Pangan Zulkifli Hasan mengumumkan beras SPHP akan diganti nama menjadi 'Beras Kita' mulai 20 Oktober 2026. Direktur Bulog menjelaskan nama 'Kita' disamakan dengan produk pemerintah lain seperti Gula Manis Kita dan Minyakita. Kemasan lama masih digunakan sampai habis, sementara penyaluran SPHP 828 ribu ton mencapai 92%. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengakui kenaikan harga beras akibat menipisnya pasokan petani seiring musim kemarau kering. Tahun ini kondisi lebih kering dibanding 2025, sehingga hampir tidak ada sawah atau petani yang masih berproduksi. Zulhas menyebut kondisi ini disebut paceklik atau gadu, sehingga tidak ada produksi padi. Karena supply menipis dan tidak ada produksi, harga beras naik sekitar Rp100-Rp200 per kg.

Menurut tiap media