Jakarta · Rabu, 2 September 2026Cari
WargaKonoha

Pemerintah Target Pertumbuhan Ekonomi 6% dan Defisit 2,4% pada 2027

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6% pada tahun 2027 dengan defisit anggaran dikontrol di level 2,4% dari PDB. Capaian target ini memerlukan akselerasi investasi hingga 7% melalui kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Pada Semester I-2026, ekonomi Indonesia sudah tumbuh 5,45% dengan inflasi terkendala, likuiditas perbankan memadai, surplus neraca perdagangan Januari-Juni 2026, serta cadangan devisa USD145,3 miliar hingga Juli 2026. Dalam RAPBN 2027, pendapatan negara direncanakan Rp3.426 triliun dengan belanja negara Rp4.097,2 triliun, menghasilkan defisit 2,40% dari PDB. Pemerintah akan memfokuskan APBN sebagai katalis untuk meningkatkan peran swasta dalam akcelerasi pertumbuhan ekonomi. Strategi ini melibatkan kolaborasi pemerintah, swasta, daerah, dan BUMN, dengan investasi pemerintah sebagai katalisator utama. Sektor swasta diminta menjadi motor utama, sementara investasi fokus pada produktif dengan nilai tambah tinggi. Stabilitas makro ekonomi dijaga melalui pengendalian inflasi (2,5%), suku bunga (6,9% SBN 10 tahun), dan nilai tukar (Rp17.500/USD). Defisit anggaran dirjaga 2,4% dari PDB dengan RAPBN 2027 yang seimbang antara belanja (Rp4.097,2 triliun) dan pendapatan (Rp3.496 triliun). Pemerintah juga memperkuat sektor migas melalui reaktivasi sumur, pengembangan cadangan, dan insentif fiskal.

Menurut tiap media