Pemulihan Lahan Pertanian di Pidie dan Tapanuli Selepas Bencana Alam
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Pemerintah mengumumkan bahwa pemulihan lahan persawahan di Kabupaten Pidie, Aceh yang rusak akibat bencana hidrometeorologi November 2025 mencapai 90% untuk 287 hektare lahan rusak ringan. Program ini langsung diberikan kepada kelompok tani meliputi rehabilitasi jaringan irigasi. Untuk 95 hektare sawah rusak berat, penanganan dilakukan secara bertahap menggunakan alat berat di lokasi seperti Blang Pandak dan Tiro. Sebagian lahan kini sudah kembali ditanami dan memasuki masa panen.
Di Kabupaten Tapanuli Selatan, situasi berbeda. Hampir setahun setelah banjir dan longsor pada September 2023, sebagian besar persawahan di Pulo Lubang, Desa Hapesong Baru, masih tertimbun pasir, batu, kayu, dan lumpur hingga ketinggian 1–2 meter. Akibatnya, sekitar 100 hektare lahan pertanian tidak dapat digarap, banyak petani kehilangan sumber penghasilan dan terpaksa beralih pekerjaan. Sutoyo (57), pemilik sawah 1.600 meter persegi, kini menjadi penggembala sapi, sementara Raswan (73), dengan lahan 2.400 meter persegi, hanya mengandalkan bantuan pemerintah karena usia lanjutnya.
Selain lahan, bendungan dan jaringan irigasi sepanjang empat kilometer di Pulo Lubang rusak, menjadi kendala utama pemulihan pertanian di wilayah tersebut.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Detik.com
Pertanian Pidie Kembali Produktif, Pemulihan Sawah Rusak Dipercepat
12 September 2026 pukul 14.16 · Baca aslinya ↗
Media Indonesia
Setahun Sawah Pulo Lubang Tertimbun, Petani Menunggu Pemulihan
13 September 2026 pukul 17.23 · Baca aslinya ↗