Penetrasi Motor Listrik Indonesia di Bawah 1 Persen, Penjualan 2025 Turun 23 Persen
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) mengungkapkan bahwa penetrasi pasar motor listrik nasional masih berada di bawah 1 persen dari total populasi sepeda motor konvensional yang mencapai sekitar 145 juta unit. Meskipun terdapat 83 perusahaan terdaftar di Kementerian Perindustrian, dengan 69 di antaranya sebagai produsen motor listrik roda dua, permintaan pasar belum menunjukkan pertumbuhan yang sepadan dengan perkembangan industri.
Penjualan motor listrik tumbuh dari sekitar 17.000 unit pada 2022 menjadi 77.000 unit pada 2024 setelah pemerintah memberikan insentif. Namun, ketika insentif dihentikan, penjualan pada 2025 mengalami penurunan sekitar 23 persen. Riniwaty Sinaga, PR and Event Executive AISMOLI, menilai penurunan tersebut relatif kecil dibandingkan negara lain yang mengalami penurunan lebih dari 50 persen saat insentif diberhentikan, menunjukkan komitmen industri yang kuat.
Lima persoalan penghambat adopsi motor listrik meliputi keterjangkauan harga, tingkat kepercayaan konsumen, layanan purnajual, nilai jual kembali kendaraan, dan kepastian kebijakan pemerintah. AISMOLI berharap Indonesia menjadi basis produksi domestik dan global guna mendukung transformasi industri, ketahanan energi, dan pengurangan emisi sesuai Perpres 55/2019.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Warta Ekonomi
Penetrasi Motor Listrik Nasional Masih di Bawah 1 Persen
20 Agustus 2026 pukul 21.01 · Baca aslinya ↗
VOI
Aismoli Ungkap Penetrasi Pasar Motor Listrik Nasional Masih di Bawah 1 Persen, Ini Buktinya
20 Agustus 2026 pukul 21.34 · Baca aslinya ↗