Jakarta · Rabu, 9 September 2026Cari
WargaKonoha

Pengalihan dan Penutupan Bandara Akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menyebabkan penutupan sejumlah bandara, termasuk Bandara Soekarno-Hatta. Kementerian Perhubungan mengalihkan rute penerbangan ke Bandara Kertajati, dengan perbedaan jumlah penerbangan Garuda Indonesia yang dilaporkan: JawaPos menyebutkan tiga penerbangan, sementara Liputan6.com menyebutkan empat penerbangan. Singapore Airlines juga melakukan penyesuaian operasional. Selain Kertajati, Kemenhub menyiagakan Bandara Internasional Yogyakarta, Juanda, dan Adi Soemarmo, sementara Liputan6.com menambahkan Bandara Jenderal Ahmad Yani sebagai lokasi pendaratan darurat.

AirNav Indonesia melaporkan dinamika operasional bandara. Warta Ekonomi mencatat penutupan Soekarno-Hatta dan tujuh bandara lain hingga 23.59 WIB pada 7 September 2026. Detik.com melaporkan bahwa pada pagi harinya, tiga bandara (Radin Inten II, Muhammad Taufiq Kiemas, dan Salakanagara Tanjung Lesung) masih ditutup hingga pukul 10.00 WIB, sementara enam lainnya termasuk Soekarno-Hatta telah beroperasi. Pada 8 September 2026, Liputan6.com mengonfirmasi Bandara Radin Inten II, Muhammad Taufiq Kiemas, Budiarto, Pondok Cabe, dan Salakanagara Tanjung Lesung telah kembali beroperasi setelah hasil paper test menunjukkan hasil negatif.

Menurut tiap media