Jakarta · Jumat, 25 September 2026Cari
WargaKonoha

Pengembangan Komoditas Kemiri NTB untuk Pasar Ekspor

Pemerintah melalui kolaborasi Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan mendorong kemiri Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi komoditas ekspor bernilai tambah. Program ini mencakup intervensi hulu ke hilir, mulai dari penyediaan bibit, peningkatan kapasitas petani, modernisasi pascapanen energi surya, pengembangan produk turunan, hingga reboisasi 11.000 pohon kemiri untuk ekosistem berkelanjutan. Program Desa Devisa di NTB juga mencakup komoditas lain seperti mete, ketak, dan cabai.

Liputan6 menyebutkan program menyasar 350 petani di 40 desa dengan lahan 7.836 hektare, dengan target peningkatan jumlah petani menjadi 550-720 orang. Produksi ditargetkan naik dari 120 ton menjadi 2.400-3.600 ton per tahun, yang diharapkan meningkatkan pendapatan petani 20%-25% serta nilai ekonomi lokal Rp30 miliar hingga Rp40 miliar per tahun. LPEI telah memulai ekspor kemiri ke Jepang dan vanilla ke Amerika Serikat senilai Rp3,8 miliar. Sementara itu, JPNN mencatat program ini melibatkan Gubernur NTB, DPRD, serta petani Sumbawa dan Bima, dan telah berkembang sejak 2022.

Menurut tiap media