Penutupan Bandara Akibat Erupsi Anak Gunung Krakatau, Dua Penerbangan Dialihkan ke Kertajati
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi mengumumkan penutupan enam bandara akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, termasuk Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Halim, Pondok Cabe, Budiarto Curug, Raden Inten II, dan Husein Sastranegara. Dari dua penerbangan Garuda Indonesia yang sebelumnya akan mendarat di Bandara Soetta, yaitu dari Jeddah dan Madinah, keduanya dialihkan ke Bandara Kertajati di Majalengka.
Pengelola Bandara International Jawa Barat (BIJB) Kertajati telah melakukan persiapan untuk menampung pendaratan ini. Pada Minggu, 6 September, pesawat Garuda Indonesia GA 961 dari Madinah dengan 356 penumpang mendarat pukul 14.25 WIB, diikuti oleh GA 983 dari Jeddah dengan 307 penumpang pukul 15.00 WIB. Executive General Manager BIJB Kertajati, Nuril Huda, menyatakan bahwa persiapan personel, fasilitas, dan pengujian paper test telah dilakukan untuk memastikan keamanan pendaratan.
Hasil uji menunjukkan bahwa area Bandara Kertajati negatif terhadap partikel abu vulkanik, sehingga aman untuk operasional penerbangan. Kertajati saat ini tidak terdampak debu vulkanik, namun pemerintah tetap memantau kondisi cuaca dan siap menyediakan alternatif di Bandara Surabaya Juanda dan Semarang Ahmad Yani jika diperlukan. Operasi ini merupakan hasil koordinasi antara AirNav, Kementerian Perhubungan, dan maskapai penerbangan.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
kumparan
Bandara Soetta Ditutup, 2 Penerbangan dari Arab Saudi Dialihkan ke Kertajati
6 September 2026 pukul 13.46 · Baca aslinya ↗
Media Indonesia
Pengelola BIJB Lakukan Persiapan, sebelum Jadi Bandara Pengalihan Pendaratan
7 September 2026 pukul 19.01 · Baca aslinya ↗