Penutupan Bandara Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau
Rangkuman gabungan dari 4 media · disusun dengan AI
Erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan penutupan sejumlah bandara akibat sebaran abu vulkanik. Terdapat perbedaan data jumlah bandara yang ditutup: Liputan6 dan JawaPos menyebutkan empat bandara, Detik.com menyebutkan tujuh, sementara Warta Ekonomi mencatat delapan bandara, termasuk Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II, dan Husein Sastranegara. Warta Ekonomi melaporkan sekitar 1.558 penerbangan tertunda dan 170.000 penumpang terdampak, dengan gangguan terbesar di Bandara Soekarno-Hatta.
Kementerian Perhubungan memperpanjang penutupan hingga pukul 23.59 WIB. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan penumpang yang batal terbang berhak mendapatkan pengembalian dana (refund) 100% dan memberikan kelonggaran izin bagi warga negara asing. Sebagai solusi, empat bandara alternatif disiapkan, yaitu Kertajati, Ahmad Yani, Adi Sumarmo, dan Yogyakarta International.
Beberapa penumpang memilih beralih ke jalur darat dan laut karena urusan mendesak. AirNav Indonesia dan Kemenhub terus memantau kondisi abu vulkanik serta arah angin untuk memastikan keselamatan penerbangan. Penumpang diimbau memantau status penerbangan melalui maskapai atau Contact Center InJourney Airports.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Liputan6.com
Batal Terbang Imbas Erupsi Anak Krakatau, Penumpang Pilih Jalur Darat
6 September 2026 pukul 20.17 · Baca aslinya ↗
Warta Ekonomi
Kemenhub Perpanjang Penutupan 8 Bandara Akibat Erupsi Anak Krakatau, 170.000 Penumpang Terdampak
6 September 2026 pukul 21.39 · Baca aslinya ↗
Detik.com
Menhub: Penumpang Batal Terbang Imbas Erupsi Anak Krakatau Dapat Refund 100%
7 September 2026 pukul 17.19 · Baca aslinya ↗
JawaPos
Dampak Erupsi Anak Krakatau, 4 Bandara Ditutup Hingga 23.59 WIB
7 September 2026 pukul 19.00 · Baca aslinya ↗