Jakarta · Kamis, 3 September 2026Cari
WargaKonoha

Gus Ipul Bantah Pengaitan NU dengan PMII dan HMI di Muktamar ke-35

Gus Ipul menolapkan pernyataan Cak Imin yang menyebut NU terpuruk lima tahun terakhir dan mengaitkannya dengan PMII serta HMI. Ia menegaskan Muktamar ke-35 NU adalah urusan internal organisasi besar Islam tertinggi di Indonesia, bukan sekadar isu sentimen antar kelompok mahasiswa. Seluruh proses muktamar dijalankan secara demokratis, transparan, dan tepat waktu, termasuk pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU tanpa ada paket istimewa atau intervensi pihak eksternal. Keputusan PBNU, termasuk Muktamar Ke-35, diambil melalui rapat secara demokratis, bukan berdasarkan pertimbangan pribadi.

Menurut Gus Ipul, NU bukan milik individu, kelompok, partai politik, atau organisasi mahasiswa tertentu. Ia meminta agar narasi pertentangan antarkelompok dihentikan agar tidak mengecilkan marwah organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia. Kritik harus fokus pada kinerja, tata kelola, dan integritas kepemimpinan, bukan identitas organisasi. NU sebagai jam'iyah besar harus dinilai secara objektif dan menghindari penyempitan identitas akibat narasi HMI vs PMII.

Terkait isu pencurian identitas penerima bansos untuk judi online, Gus Ipul sebagai Menteri Sosial menekankan pentingnya verifikasi lapangan guna melindungi hak kelompok rentan. Kementerian Sosial telah menangguhkan 1,49 juta KPM Program Sembako yang terindikasi terlibat judi online berdasarkan data PPATK. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menutup Muktamar ke-35 NU di Jombang, sementara PBNU memanfaatkan teknologi command center dan 100 kamera CCTV untuk memantau proses muktamar guna memastikan transparansi dan layanan optimal bagi peserta.

Menurut tiap media