Perbedaan Perkiraan Senjata Nuklir Korut antara Trump dan Menteri Pertahanan Korsel
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa Korea Utara (Korut) memiliki 57 senjata nuklir. Trump menyampaikan klaim ini saat menyatakan kemungkinan akan bertemu dengan pemimpe Korut Kim Jong Un pada akhir tahun 2026. Ia juga menegaskan hubungan yang sangat baik dengan Kim Jong Un dan tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. Trump sebelumnya memerintahkan pengurangan latihan militer bersama dengan Korea Selatan yang ia anggap tidak pantas dan bermusuhan.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Korea Selatan, Ahn Gyu Back, memberikan perkiraan yang berbeda mengenai jumlah senjata nuklir Korut. Menurut Ahn, Korut kemungkinan besar memiliki antara 80 hingga 120 senjata nuklir, jauh lebih tinggi dibandingkan klaim Trump. Ahn menyampaikan bahwa angka ini bersumber dari perkiraan organisasi penelitian swasta dan sulit untuk menentukan jumlah pasti hulu ledak nuklir yang dimiliki Korut. Ahn menegaskan bahwa perkirakannya bukan penilaian militer resmi dan bahwa Korea Selatan dan AS tidak akan pernah mengakui secara resmi kepemilikan senjata nuklir oleh Korea Utara.
Pertemuan sebelumnya antara Trump dan Kim Jong Un pernah terjadi tiga kali selama masa jabatan pertama Trump. Namun, keduanya belum pernah bertemu selama masa jabatan kedua Trump. Trump menyatakan bahwa hubungan baiknya dengan Kim Jong Un menjadi alasan di balik keputusan untuk mengurangi latihan militer bersama dengan Korea Selatan.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Detik.com
Temuan Korsel Bikin Klaim Trump soal Nuklir Korut Meleset
20 Agustus 2026 pukul 22.32 · Baca aslinya ↗
VOI
Lebih Banyak dari Trump, Korsel Perkirakan Korut Miliki 80-120 Senjata Nuklir
21 Agustus 2026 pukul 05.00 · Baca aslinya ↗