Pergantian Menkeu Suahasil Nazara: Pasar Cermati Arah Kebijakan Fiskal
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Pengangkatan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan setelah menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi sorotan pasar. Liputan6.com menekankan pengalaman panjang Suahasil di Kemenkeu sejak 2019 sebagai Wakepenkeu dan mantan Kepala BKF, yang dianggap mendukung kontinuitas kebijakan saat pembahasan RAPBN 2027 berlangsung. JawaPos justru menyoroti potensi ketidakpastian pasar terkait nilai tukar rupiah, SBN, dan pasar saham akibat pergantian ini.
Beberapa analis, termasuk M. Rizal Taufikurahman dari INDEF, menyoroti frekuensi pergantian Menkeu yang tinggi—dua kali dalam setahun terakhir, termasuk dua minggu setelah pelantikan Gubernur BI baru pada 2 September 2026. Menurutnya, hal ini dapat menjadi sinyal sensitivitas posisi Menkeu terhadap dinamika jangka pendek. Namun, JawaPos menegaskan bahwa penilaian reshuffle harus didasarkan pada substansi kebijakan, bukan sekadar aspek personal.
Tantangan utama bagi Suahasil adalah menjaga kredibilitas fiskal di tengah tekanan belanja negara yang diperkirakan melebihi Rp4.000 triliun pada 2027, termasuk alokasi Makan Bergizi Gratis sekitar Rp240 triliun. Analis menekankan pentingnya keseimbangan antara menggunakan APBN sebagai pendorong pertumbuhan dan menjaga defisit, utang, serta biaya pembiayaan tetap terkendali. Komunikasi kebijakan yang cepat dan jelas diperlukan untuk meminimalisir ketidakpastian pasar.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Liputan6.com
Suahasil Nazara Didapuk jadi Menteri Keuangan Bisa Bikin Pasar Tenang?
14 September 2026 pukul 18.40 · Baca aslinya ↗
JawaPos
Pasar Tunggu Sikap Suahasil soal Pengelolaan Fiskal Usai Reshuffle Menkeu
15 September 2026 pukul 07.30 · Baca aslinya ↗