Jakarta · Minggu, 27 September 2026Cari
WargaKonoha

Perkembangan Hubungan Ekonomi dan Stabilitas ASEAN dengan China dan Uni Eropa

Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn menyatakan kawasan Asia Tenggara tetap damai, stabil, dan aman meski hubungan ASEAN-China telah berkembang selama 35 tahun. Stabilitas ini terlihat dari perdagangan yang melebihi 1 triliun dolar AS serta kunjungan 21,8 juta wisatawan China ke ASEAN pada 2025. Momentum ini akan dijaga melalui Rencana Aksi ASEAN-China 2026-2030 dan peningkatan interaksi generasi muda, termasuk 100.000 pelajar ASEAN di China.

Di sisi lain, Uni Eropa (UE) sedang mempercepat perundingan kesepakatan dagang bilateral dengan ASEAN. Jika jadwal terpenuhi, enam dari 11 negara ASEAN akan memiliki kesepakatan dengan UE pada pertengahan 2026. Saat ini, kesepakatan dengan Singapura dan Vietnam sudah berlaku, sementara Indonesia menargetkan penandatanganan Oktober 2025 dengan implementasi awal 2027. Negosiasi dengan Thailand dan Malaysia diperkirakan selesai akhir 2025 atau awal 2027, serta UE dan Filipina telah mencapai kesepakatan substansial bulan ini.

ASEAN menjadi mitra dagang ketiga UE di luar Eropa setelah AS dan China. Perdagangan barang antara kedua wilayah pada 2023 mencapai 274,9 miliar euro (Rp5.610 triliun), mengalami kenaikan sebesar 6% dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut tiap media