Pemerintah Jaga Harga BBM Bersubsidi di Tengah Kenaikan Harga Minyak Dunia
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Kementerian ESDM memastikan harga BBM bersubsidi, yaitu Pertalite dan Biosolar, tidak akan naik hingga akhir tahun 2026. Kebijakan ini tetap berlaku meskipun harga minyak dunia mengalami kenaikan akibat kekhawatiran gangguan pasokan dari konflik AS-Iran. Sebaliknya, harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax akan disesuaikan mengikuti rata-rata harga minyak dunia bulanan dengan penyesuaian rutin setiap tanggal 1 Oktober.
Terdapat perbedaan pencatatan harga minyak dunia pada akhir September 2026; JawaPos menyebut angka USD 107 per barel, sementara CNBC Indonesia mencatat Brent mencapai US$106,9 per barel dan WTI US$93,91 per barel. Untuk menghadapi ketidakstabilan harga, pemerintah mempercepat eksplorasi dan eksploitasi migas. Menteri Keuangan memastikan defisit APBN tetap terkendali dengan asumsi ICP USD 100, di mana rata-rata ICP periode Januari-September 2026 berada di angka USD 90,6 per barel.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
JawaPos
Pemerintah Masih Tahan Harga Pertalite dan Biosolar meski Minyak Dunia USD 107 per Barel
30 September 2026 pukul 01.00 · Baca aslinya ↗
CNBC Indonesia
Harga Pertamax Cs Bakal Disesuaikan Besok 1 Oktober? Ini Kata ESDM
30 September 2026 pukul 08.05 · Baca aslinya ↗