Jakarta · Selasa, 8 September 2026Cari
WargaKonoha

PLN EPI Kembangkan Biomassa menjadi BioCNG dan Hidrogen Hijau untuk Dukungan Energi Terbarukan

PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menyatakan potensi bahan baku energi hayati Indonesia mencapai 83,4 juta ton per tahun, dengan kontribusi terbesar dari Sumatra (42,8 juta ton), diikuti Kalimantan (18,9 juta ton) dan Jawa (13,1 juta ton). Sumber biomassa meliputi residu pertanian seperti kelapa sawit, padi, tebu, jagung, kayu, hingga sampah kota, sebagian besar terletak di dekat pembangkit PLN untuk efisiensi rantai pasok. PLN EPI mengembangkan sistem sub-hub, hub, dan main hub untuk pengumpulan, produksi, penyimpanan, dan pengendalian kualitas biomassa. Strategi penggunaan biomassa diperluas dari co-firing pembangkit listrik ke pengembangan BioCNG dan hidrogen hijau. Dua nota kesepahaman ditandatangani pada The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 untuk memperkuat bauran energi terbarukan dan mendukung target net zero emission. Pengembangan biomassa tidak hanya berakhir pada substitusi batu bara, tetapi terus dikembangkan menjadi berbagai produk energi terbarukan hingga target 2030.

Menurut tiap media