Jakarta · Sabtu, 29 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

PLTS 100 GWp Diluncurkan, Proyeksi Turunkan Emisi dan Ciptakan Lapangan Kerja

Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp di Gilimanuk, Bali, sekaligus melakukan peletakan batu pertama 14 proyek PLTS dengan total kapasitas 5.300 MWp. Program ini bertujuan mewujudkan swasemboda energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Dari delapan skenario utama, program ini diproyeksikan dapat menurunkan emisi karbon sebesar 140 juta ton per tahun dengan nilai ekonomi karbon sebesar Rp6,31 triliun. Investasi total program diperkirakan mencapai Rp1.140 triliun atau setara dengan 71,3 miliar dolar AS, dengan potensi penghematan subsidi BBM hingga Rp73,9 triliun per tahun.

PLN melalui Direktur Utama Darmawan Prasodjo menyatakan dukungan penuh terhadap program ini. Di Bali, PLN dan Pemerintah Provinsi Bali akan mengembangkan 5 klaster PLTS dengan total kapasitas 1.000 MWp didukung Battery Energy Storage System (BESS) 3.300 MWh, termasuk 300 MWp di Klaster Gilimanuk. Program ini diharapkan meningkatkan kapasitas energi terbarukan dan memperkuat perekonomian lokal melalui peningkatan aktivitas konstruksi dan manufaktur.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa Program PLTS 100 GWp akan dikembangkan melalui delapan skenario utama, termasuk eliminasi PLTU sebesar 12,48 GWp, PLTS skala besar 30,97 GWp, PLTS terapung 10,72 GWp, PLTS atap 9,35 GWp, hingga PLTS untuk kawasan industri dan kegiatan produktif. Jika berhasil diimplementasikan, program ini diproyeksikan dapat menurunkan emisi karbon setara 140 juta ton CO2 per tahun dengan nilai ekonomi karbon sebesar Rp6,31 triliun. Investasi total program diperkirakan mencapai Rp1.140 triliun atau setara dengan 71,3 miliar USD, dengan potensi menciptakan 5,5 juta lapangan kerja.

Menurut tiap media