Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

Polisi Bongkar Dua Sindikat Pencurian ATM di Jakarta Barat

Polres Metro Jakarta Barat berhasil menangkap empat pelaku sindikat pencurian melalui modus ganjal ATM menggunakan tusuk gigi. Keempat tersangka, yang diidentifikasi dengan inisial FR, AP, AF, dan TH, memiliki peran yang berbeda dalam aksi ini. Mereka menggunakan tusuk gigi untuk mengganggu mesin ATM sehingga kartu korban tidak bisa masuk, lalu seorang pelaku mendekati korban dengan pura-pura menawarkan bantuan. Setelah korban menyerahkan kartu aslinya, pelaku dengan cepat menukarnya dengan kartu palsu. Sementara itu, rekan satu pelaku lainnya memantau dan menghafalkan kode PIN korban yang dimasukkan di mesin ATM. Setelah mendapatkan kartu dan PIN, para pelaku beralih ke mesin ATM lain untuk menguras rekening korban. Aksi ini sudah dilakukan minimal dua kali sejak pelaporan pertama pada Februari 2026, dengan total kerugian mencapai Rp 205 juta.

Dalam kasus terpisah, polisi Jakarta Barat juga membongkar aksi pencurian ATM di minimarket Kapuk Raya, Cengkareng pada Februari 2026. Tiga pelaku dari satu keluarga, yakni bapak tiri RH, ibu kandung D, dan anak H, berupaya membobol mesin ATM menggunakan peralatan las. RH dan H masuk ke dalam minimarket untuk melakukan pembobolan, sementara D bertugas mengawasi dari luar. Namun, aksi tersebut gagal ketika oksigen untuk proses pengelasan habis. Para pelaku kemudian mengambil sejumlah rokok sebagai ganti dan melarikan diri. Salah satu pelaku diketahui mengenakan pakaian seragam minimarket yang dibeli secara daring untuk mengelabui kamera CCTV dan orang di sekitar lokasi.

Dalam penyelidikan, polisi berhasil mengamankan dua pelaku, H dan D, sementara RH masih buron dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Nasriadi mengindikasikan aksi ini dilatarbelakangi masalah ekonomi, dengan dugaan bahwa RH membujuk istrinya untuk ikut serta. Polisi juga menduga penggunaan peralatan las bukanlah pertama kalinya dilakukan oleh RH, mengingat keahliannya dalam modus pencurian ini. Sebagai barang bukti, polisi menyita baju meroon, pakaian seragam minimarket palsu, satu unit ponsel, dan tong sampah. Peralatan las yang digunakan para pelaku dibuang ke Kali Angke, dan petugas masih berusaha menemukannya karena beratnya. Unit Resmob terus melakukan pencarian terhadap RH dan peralatan yang dibuang tersebut.

Menurut tiap media