Poltracking Rekomendasikan Fokus MBG pada 3T dan Evaluasi Implementasi
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Survei Poltracking Indonesia (14-20 Agustus 2026, 1.220 responden, margin error ±2,9%) menunjukkan popularitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencapai 93,9 persen, namun hanya 46,4 persen publik merasa puas dan 49,2 persen tidak puas. Proporsi yang menilai program tidak perlu dilanjutkan naik hingga 44,6 persen, sementara 42,1 persen ingin tetap berjalan. Kepuasan publik turun drastis dari 51,9 persen (Mei 2026) ke 42,1 persen (Agustus 2026). Direktur Eksekutif Hanta Yuda AR menyatakan gagasan MBG positif, tetapi implementasinya lemah, terutama pada kualitas makanan dan manajemen program.
Poltracking merekomendasikan agar program MBG difokuskan pada wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) guna meningkatkan dampaknya. Selain itu, mereka juga mengusulkan konversi skema MBG menjadi Bantuan Langsung Tunai (BLT) berdasarkan data terpadu, yang menurut mereka lebih rasional dan aman serta memudahkan pengawasan pemerintah dalam realisasi pemenuhan gizi siswa dan anak-anak Indonesia.
Pemerintah menargetkan perbaikan tata kelola selesai dalam satu bulan, termasuk penutupan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak sesuai SOP dan penanganan kelebihan dapur di sejumlah wilayah. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menekankan perbaikan harus tetap memastikan program berjalan tanpa gangguan.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Liputan6.com
Poltracking: Popularitas MBG Capai 93,9 Persen, Tapi 49,2 Persen Publik Belum Puas
31 Agustus 2026 pukul 17.36 · Baca aslinya ↗
JawaPos
Poltracking Sarankan MBG Fokus Daerah 3T agar Lebih Berdampak
1 September 2026 pukul 12.45 · Baca aslinya ↗