PP Presisi Catat Kontrak Rp1,5 Triliun hingga II 2026, Pendapatan Naik 35%
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
PT PP Presisi Tbk (PPRE) mencatatkan perolehan kontrak baru sebesar Rp1,5 triliun hingga Triwulan II 2026, didominasi oleh segmen jasa pertambangan dan konstruksi dengan kontribusi 97%. Pendapatan konsolidasian PPRE mencapai Rp2,2 triliun hingga Juni 2026, tumbuh 35% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (Rp1,6 triliun). Segmen jasa pertambangan dan konstruksi menyumbang 97,3% dari total pendapatan hingga Juni 2026.
Dari sisi profitabilitas, rugi tahun berjalan PPRE hingga Juni 2026 berhasil ditekan sekitar 93,4 persen menjadi Rp88,6 miliar, jauh lebih baik dibandingkan rugi pada tahun 2025 sebesar Rp1,3 triliun. Beban penurunan nilai turun dari Rp656 miliar pada 2025 menjadi Rp57,9 miliar, sementara beban keuangan tercatat sebesar Rp167,7 miliar, lebih rendah dibandingkan Rp171,4 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Utama Rizki Dianugrah menyatakan capaian ini menjadi pijakan untuk memperkuat fundamental dan meningkatkan kualitas kinerja. PPRE fokus pada efisiensi, produktivitas, optimalisasi aset, dan peningkatan profitabilitas proyek. Vice President Corporate Secretary Mei Elsa Kembaren menegaskan komitmen PPRE dalam menjaga transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang baik menuju kinerja yang lebih berkelanjutan.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
VOI
PP Presisi Perkuat Fundamental dan Pertumbuhan Bisnis, Kontrak Baru Mencapai Rp1,5 Triliun
19 Agustus 2026 pukul 14.55 · Baca aslinya ↗
Warta Ekonomi
PP Presisi Kantongi Kontrak Baru Rp1,5 Triliun, Pendapatan Melonjak 35%
19 Agustus 2026 pukul 16.25 · Baca aslinya ↗