Jakarta · Selasa, 22 September 2026Cari
WargaKonoha

Prabowo dan Kiai Gontor Tegaskan Pendidikan di Peringatan 100 Tahun Pondok

Di Ponorogo, Jawa Timur, KH Hasan Abdullah Sahal, pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, menyampaikan pidato dalam peringatan 100 tahun pondok yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Dalam pidatonya, KH Hasan mengangkat istilah 'cari muka' sebagai metafora kritik terhadap masyarakat yang mencari kesuksesan semata—ijazah, nama, uang, jabatan—tanpa kompetensi. Ia menjelaskan, 'Andai kata Pak Prabowo hari ini enggak datang, nah ini muka saya taruh di mana? Akhirnya saya harus cari muka.' Meski menyampaikan sindiran, KH Hasan tidak menyebut nama atau mengarahkan pidato kepada pejabat tertentu. Ia menegaskan lingkungan Gontor tetap memilih pendidikan sebagai cara membangun diri, menggabungkan sejarah dengan ijtihad.

Presiden Prabowo Subianto, dalam sambarannya, memperingatkan para santri untuk tidak mudah mempercayui informasi di media sosial. Ia menyeberangi isu yang diberikan buzzer oleh pihak asing yang menggunakan uang untuk memengaruhi opini publik. Prabowo menyatakan bahwa narasi-negara ini bertujuan melemahkan semangat dan keberanian bangsa Indonesia, serta membuat negara tetap miskin dan bergantung pada luar. Ia meminta para santri menjadi generasi kritis, melanjutkan perjuangan bangsa, dan belajar keberhasilan pemerintah agar masa depan Indonesia cerah.

Beberapa media melaporkan tanggal peristiwa berbeda: Warta Ekonomi menyebutkan peristiwa berlangsung pada Sabtu, 19 September 2026, sementara laporan lain menyebutkan 15 September 2026. Selain itu, ada perbedaan dalam penekanan: JawaPos dan CNN Indonesia lebih fokus pada kritik 'cari muka' oleh KH Hasan, sementara Warta Ekonomi menekankan peringatan Prabowo terhadap pengaruh asing dan buzzer.

Menurut tiap media