Prabowo Minta Menteri yang Tidak Sanggup Bekerja di Tanggal Merah Mundur
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan kepada para menteri dan pejabat kabinetnya agar keluar jika tidak sanggup bekerja di tanggal merah. Pesan ini disampaikan saat peringatan Maulid Nabi dan groundbreaking PLTS 100 GWp di Jembrana, Bali, pada 25 Agustus 2026. Prabowo menekankan bahwa Kabinet Merah Putih hampir tidak mengenal hari libur demi kemajuan dan kepentingan rakyat. Ketua DPP PKB Daniel Johan menilai pesan ini sebagai bentuk kepemimpinan yang tegas dan berorientasi hasil, bukan sekadar retorika. Di sisi lain, dalam peristiwa terpisah pada 20 Juli 2025, Prabowo sempat menyindir Budi Arie Setiadi (Menteri Koperasi pada saat itu) saat penutupan Kongres PSI di Solo, yang diungkit kembali oleh jurnalis senior Hersubeno Arief. Tak lama setelah peristiwa itu, Budi Arie dicopot dari Kabinet Merah Putih pada 8 September 2025 dan digantikan oleh Ferry Juliantono. Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mendukung pernyataan Prabowo, menyatakan bahwa mengabdikan diri untuk negara membutuhkan totalitas, termasuk mengorbankan waktu pribadi demi kepentingan masyarakat. Ahmad Muzani, Ketua Dewan Kehormatan DPP Gerindra, menegaskan bahwa setiap pembantu Presiden harus memberikan dukungan maksimal terhadap kebijakan Presiden agar tidak berjalan seorang diri.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Detik.com
PKB: Pesan Prabowo 'Menteri Tak Sanggup Silakan Minggir' Bukan Retorika
27 Agustus 2026 pukul 08.31 · Baca aslinya ↗
Kata Muzani Gerindra Soal 'Menteri Tak Sanggup Silakan Minggir'
28 Agustus 2026 pukul 19.10 · Baca aslinya ↗
Warta Ekonomi
Isu Percepatan Pemilu Menggema, Sindiran Prabowo ke Budi Arie di Solo Diungkit
28 Agustus 2026 pukul 10.20 · Baca aslinya ↗
Prabowo Minta Menteri yang Tak Sanggup Kerja di Tanggal Merah Mundur, Golkar: Tak Ada Hari Libur
28 Agustus 2026 pukul 16.38 · Baca aslinya ↗