Jakarta · Selasa, 29 September 2026Cari
WargaKonoha

Prabowo Periksa Keuangan dan Pelayanan BPJS, Injeksi Rp20 T dan Penanganan Antrean Disoroti

Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan dengan sejumlah menteri dan direksi BPJS Kesehatan di Istana Kepresidenan Jakarta untuk membahas strategi perbaikan keuangan BPJS Kesehatan pasca-injeksi anggaran Rp 20 triliun. Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, injeksi dana tersebut ditujukan untuk memulihkan kondisi keuangan BPJS pada tahun 2026 dan perlu disusul dengan rencana keuangan untuk 2027 dan seterusnya. Prabowo menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana BPJS guna memastikan manfaatnya dirasakan secara adil oleh seluruh rakyat Indonesia.

Sisi pelayanan juga menjadi fokus pertemuan. Prabowo meminta peningkatan pelayanan BPJS Kesehatan, khususnya memangkas waktu antrean agar pasien dilayani lebih cepat dan optimal. Ia menekankan agar seluruh rumah sakit tidak membedakan pelayanan antara pasien BPJS Kesehatan dan pasien umum. Budi menyoroti keluhan terkait lamanya antrean pembayaran dan kesulitan akses pelayanan bagi peserta BPJS Kesehatan dibandingkan masyarakat umum.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara memberikan jaminan bahwa pendanaan program akan tetap terjaga selama pelayanan tetap dikelola dengan baik dan sesuai kebutuhan masyarakat. Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito menyatakan bahwa peningkatan kualitas layanan perlu dilakukan dengan mempertimbangkan faktor seperti inflasi medis, pertumbuhan penduduk, pergeseran pola penyakit, dan meningkatnya penggunaan layanan kesehatan. BPJS juga berkomitmen mengatasi kasus penyalahgunaan dan beralih dari sistem berbasis volume ke sistem berbasis nilai agar pelayanan lebih efisien dan bermakna.

Menurut tiap media