Jakarta · Sabtu, 29 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Prabowo Perkenalkan 'Jas Hijau' di Muktamar NU ke-35, Hormati Jasa Ulama

Presiden Prabowo Subianto membuka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Kamis (27/8/2026). Dalam sambutannya, ia memperkenalkan istilah baru 'Jas Hijau' yang berarti 'Jangan Sekali-sekali Melupakan Jasa Ulama', sebagai penghormatan kepada para ulama, kiai, dan pesantren atas peran mereka dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Prabowo menekankan bahwa meskipun kemerdekaan secara resmi diproklamasikan di Jakarta pada 17 Agustus 1945, ujian sejatinya terjadi di Surabaya pada Oktober-November 1945, di mana kontribusi ulama dan santri sangat penting. Istilah 'Jas Hijau' disampaikan sebagai respons terhadap 'Jas Merah' dari Presiden pertama Soekarno yang berarti 'Jangan Sekali-sekali Melupakan Sejarah'. Prabowo juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh ulama, termasuk 'kiai kampung' yang sering tidak terlihat namun konsisten menjaga akhlak, kerukunan antarumat beragama, dan kedamaian di desa, tanpa mengharapkan imbalan dari negara.

Beberapa poin dalam sambutan Prabowo menunjukkan perbedaan antarliputan. Liputan6.com dan Liputan6.com (edisi kedua) menyebutkan bahwa Prabowo menyatakan 'saya tidak mengatur acara ini' dan merujuk pada angka keberuntungannya yaitu 8 dan 13, sementara SINDOnews dan JPNN.com tidak menyertakan pernyataan tersebut. Selain itu, Liputan6.com (edisi pertama) dan SINDOnews menekankan istilah 'Jas Hijau' sebagai penghormatan langsung kepada ulama, sementara JPNN.com menyebutnya sebagai 'penyeimbang' dari 'Jas Merah'. Liputan6.com (edisi kedua) juga menyoroti peran historis NU melalui lagu 'Syubbanul Wathon' karya KH Abdul Wahab Hasbullah, yang tidak disebutkan oleh media lain.

Dengan menghidupkan istilah 'Jas Hijau', Prabowo berharap generasi muda tidak melupakan sumbangannya para ulama dalam menjaga kemerdekaan dan moral bangsa. Kehadirannya dalam Muktamar NU juga dianggap sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat peran ormas keagamaan besar di negeri ini, sekaligus mendukung upaya mempromosikan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat luas. Sambutannya disampaikan dalam acara yang dihadiri oleh para ulama, tokoh NU, dan berbagai tamu undangan lainnya.

Menurut tiap media