Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Prabowo: Pertumbuhan Ekonomi RI Semester I 2026 Tertinggi dalam 13 Tahun

Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa perekonomian Indonesia tumbuh 5,45% pada semester I 2026, capaian tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Pertumbuhan ini terjadi di tengah tekanan global seperti kenaikan harga energi, suku bunga tinggi, dan ketegangan geopolitik. Menurutnya, inflasi tetap terkendali, sementara permintaan domestik tumbuh 2,88% secara tahunan. Hingga Juli 2026, pendapatan negara meningkat 21,3% dan belanja negara naik 18,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meski belanja meningkat, defisit APBN tercatat 0,91% terhadap PDB.

Sementara itu, sektor akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan produksi tertinggi sebesar 11,83%, sementara konsumsi pemerintah memimpin sisi pengeluangan dengan pertumbuhan 18,62%. Pemerintah mengarahkan belanja untuk menjaga daya beli masyarakat, memperkuat layanan publik, dan mendorong aktivitas ekonomi.

Untuk tahun 2027, pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, yakni pada kisaran 5,8% hingga 6,5%. Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, target pertumbuhan ekonomi ditetapkan pada 6% secara year on year, lebih tinggi dari target APBN 2026 sebesar 5,4%. Inflasi diperkirakan disalurkan pada kisaran 2,5%, sementara suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun diproyeksikan mencapai 6,9%. Nilai tukar rupiah direncanakan berada pada tingkat Rp17.500 per dolar Amerika Serikat, dengan harga minyak mentak Indonesia diperkirakan mencapai 75 dolar AS per barel.

Menurut tiap media