Prabowo Target Kemandirian Energi: Tidak Lagi Impor Minyak dan LPG
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Presiden Prabowo Subianto mengumumkan target Indonesia tidak lagi mengimpor minyak mentah dan LPG dalam waktu secepat mungkin. Saat peluncuran Program PLTS 100 GWp di Jembrana, Bali pada 25 Agustus 2026, ia menyatakan bahwa Indonesia harus berdiri pada kaki sendiri dalam hal energi. Kementerian energi akan mengandalkan tenaga surya, geothermal, lapangan gas, dan peningkatan produksi minyak domestik untuk mencapai kemandirian energi. Dengan total kapasitas listrik saat ini sekitar 88 GW, penambahan 100 GW dari PLTS diproyeksikan dapat memperkuat kemampuan Indonesia memenuhi kebutuhan energi secara mandiri. Program PLTS 100 GWp dimulai dengan 14 proyek di enam provinsi dengan kapasitas total 5,3 GW.
Berbeda dari laporan Warta Ekonomi, VOI tidak menyebutkan target waktu penyelesaian program PLTS 100 GWp pada 2029. Sementara itu, Warta Ekonomi menyebutkan pemerintah akan menghentikan 13 GW PLTD pada 2026 dan memproyeksikan penghematan devisa US$4,5 miliar per tahun, informasi yang tidak ada dalam laporan VOI.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
VOI
Setelah PLTS 100 GW, Prabowo Bidik Indonesia Tak Impor Minyak dan LPG Lagi
25 Agustus 2026 pukul 19.10 · Baca aslinya ↗
Warta Ekonomi
Ambisi Besar Prabowo: Kita Tak Boleh Impor Minyak Lagi Satu Barrel Pun
25 Agustus 2026 pukul 20.08 · Baca aslinya ↗