Prabowo Tekankan Pembangunan Harus Diukur dari Dampak pada Kehidupan Keluarga
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
Prabowo Subianto dalam pidato di Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia pada 3 September 2026, menekankan pembangunan harus diukur dari dampak nyata pada kehidupan sehari-hari masyarakat. Ia menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya bersifat kuantitatif, tetapi harus berdampak inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Prabowo menyatakan keberhasilan pembangunan dapat dilihat dari akses anak-anak terhadap makanan bergizi, kemudahan petani mendapatkan pupuk serta menjual hasil bumi secara adil, ketersediaan hunian layak, lapangan kerja produktif bagi masyarakat muda, dan akses listrik di setiap desa. Ia menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak-anak dan ibu hamil sebagai bagian dari kebijakan pemerintah. Pembangunan yang ditetapkan pemerintah juga mencakup upaya swasembana pangan, ketahanan energi, serta hilirisasi industri untuk menciptakan lapangan kerja dan nilai tambah dari sumber daya alam. Prabowo menegaskan komitmen melindungi kelompok rentan, memberantas korupsi, dan mengelola sumber daya dengan transparan demi kepentinan jangka panjang bangsa. Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan sumber daya untuk memastikan keberlanjutan pembangunan.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
SINDOnews
Prabowo Singgung Makan Bergizi Gratis saat Pidato di Vladivostok Rusia
3 September 2026 pukul 14.35 · Baca aslinya ↗
Detik.com
Prabowo: Pembangunan Harus Diukur dari Meja Makan Keluarga
3 September 2026 pukul 15.29 · Baca aslinya ↗
Media Indonesia
Prabowo: Keberhasilan Pembangunan Harus Diukur dari Meja Makan Keluarga
3 September 2026 pukul 15.32 · Baca aslinya ↗