Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Prabowo Umumkan Insentif Motor Listrik Sasaran Satu Juta Unit, Aismoli Tunggu Detail Mekanisme

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana insentif berskala besar untuk mendukung produksi satu juta unit motor listrik dalam negeri, disampaikan dalam Pengantar dan Keterangan Pemerintah atas RAPBN 2027. Kebijakan bertujuan mempercepat transisi energi, menekan impor BBM, dan memperkokoh industri manufaktur nasional melalui tiga sasaran: menurunkan harga jual, mengurangi konsumsi energi impor, dan menguatkan ekosistem industri termasuk rantai pasok baterai, komponen, perangkat lunak, dan layanan purnajual. Pemerintah menilai Indonesia sudah memiliki hampir seluruh unsur esensial rantai pasok baterai dan memproyeksikan penghematan biaya hingga 50% dibanding motor bensin. Presiden sebelumnya meninjau dan meresmikan motor listrik buatan PT Ilectra Motor Group (ALVA) di Cikarang, serta memberikan apresiasi pada produsen lokal yang bertahan di tengah persaingan asing. Namun, penyaluran insentif ditunda satu bulan untuk menyelesaikan kajian standar keselamatan baterai, kelistrikan, dan pengereman.

Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) menyambut positif rencana tersebut. Sekretaris Jenderal Hanggoro Ananta Khrisna menilai insentif fiskal efektif mendorong transisi dan memperkuat industri, mengacu pada program bantuan pembelian 2023-2024 yang terbukti meningkatkan adopsi pasar. Aismoli menunggu detail mekanisme pelaksanaan — bentuk bantuan, sasaran penerima, dan pola penyaluran — yang dinilai menentukan efektivitas kebijakan, dan menyatakan kesiapan terlibat dalam pembahasan guna memastikan insentif tepat sasaran.

Menurut tiap media