Jakarta · Jumat, 11 September 2026Cari
WargaKonoha

Pramono: 70 Persen Posyandu Jakarta Terapkan Smart Posyandu, Stunting Turun ke 14 Persen

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa dari total 4.469 posyandu di Jakarta, sekitar 3.148 posyandu (70 persen) sudah menerapkan Smart Posyandu. Implementasi ini bertujuan meningkatkan efisiensi pengelolaan dan penyampaian pelayanan kesehatan. Posyandu kini tidak hanya fokus pada kesehatan ibu dan anak, tetapi menjadi institusi penyelenggaraan kesehatan umum yang menyeluruh. Kader posyandu berperan sebagai penggerak kebiasaan hidup sehat melalui pemantauan tumbuh kembang anak, dukungan ASI eksklusif, imunisasi, dan pemanfaatan teknologi. Tantangan kesehatan masyarakat mulai dari gizi keluarga, kesehatan ibu dan anak, hingga pencegahan stunting. Keberhasilan program ini memerlukan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat untuk memberikan pelayanan yang dekat dan mudah dijangkau.

Pemprov DKI juga menargetkan angka stunting di ibukota turun dari 17 persen saat ini ke 14 persen dalam dua tahun. Target ini disampaikan dalam pertemuan dengan kader Posyandu, yang diingatkan pentingnya perannya dalam menjaga kesehatan ibu dan anak. Pemprov fokus pada penelusuran kasus tuberkulosis (TBC) sebagai bagian upaya peningkatan kesehatan masyarakat. Pencapaian ini mendukung kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jakarta yang mencapai 85,05, tertinggi di antara seluruh provinsi di Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan Ani Ruspitawati menjelaskan transformasi Posyandu melalui Smart Posyandu, yang menggabungkan data dan teknologi untuk penimbangan, deteksi dini, hingga pemantauan kesehatan. Hingga kini, 70,44 persen dari total 4.469 Posyandu di Jakarta telah mengadopsi sistem ini. Perbedaan persentase dilaporkan antara Kumparan yang menyebutkan 70 persen (3.148 posyandu) dan Detik.com yang melaporkan 70,44 persen dari total 4.469 posyandu.

Menurut tiap media