Pramono Imbau Industri dan Warga Kurangi Pembakaran Batu Bara dan Sampah untuk Atasi Polusi Jakarta
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta masyarakat dan industri yang masih menggunakan batu bara untuk mengurangi aktivitas pembakaran guna mengatasi polusi udara di Ibu Kota. Pernyataannya disampaikan usai peresmian Rumah Sakit Toto Tentrem di Jakarta Selatan pada Senin, 24 Agustus 2025. Pramono menekankan bahwa meskipun penggunaan kendaraan listrik di Jakarta sudah cukup masif, upaya tersebut tidak akan optimal jika pembakaran dan pemanfaatan batu bara masih berlangsung. Ia menyampaikan bahwa tekanan polusi akan semakin meningkat jika tidak ada reduksi dari sektor tersebut.
Pramono juga mengimbau warga tidak membakar sampah, terutama saat musim kemarau, sekaligus menegaskan bahwa penggunaan motor listrik yang didorong Presiden Prabowo Subianto tidak akan maksimal selama pembakaran sampah dan penggunaan batu bara belum berhenti. Menurutnya, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Suralaya, Cilegon, Banten, menjadi salah satu sumber polusi udara yang belum sepenuhnya teratasi.
Riset ITB menunjukkan bahwa bahkan dengan kondisi nol emisi di Jakarta, kota tetap terpengaruh polusi dari luar wilayah akibat kontribusi PM2.5 sebesar 26-54 persen, dengan rata-rata 38,5 persen dari total polutan. Kedua sumber menyampaikan pesan serupa terkait pentingnya reduksi pembakaran batu bara dan sampah untuk mengurangi tekanan polusi udara di Jakarta.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
kumparan
Pramono Sebut Selama Industri Masih Pakai Batu Bara, Polusi di Jakarta Tetap Ada
24 Agustus 2026 pukul 15.26 · Baca aslinya ↗
JPNN.com
Musim Kemarau, Pramono Anung Imbau Warga Tidak Bakar Sampah
24 Agustus 2026 pukul 23.00 · Baca aslinya ↗