Jakarta · Rabu, 26 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Produksi Minyak RI di Bawah Target Akibat Penurunan Alam dan Kendala Infrastruktur

Produksi minyak mentah Indonesia hingga 31 Juli 2026 mencapai 578.156 barel per hari, atau 94,8% dari target APBN 2026 sebesar 610.000 barel per hari. Tiga faktor utama menyebabkan produksi belum mencapai target: natural decline di Blok Cepu, kendala sistem kelistrikan di Blok Rokan, dan insiden kebocoran serta kebakaran pipa TGI Area KP 222 pada Januari 2026. Pemerintah telah berkoordinasi dengan operator masing-masing blok untuk mengatasi kendala tersebut.

Pada Blok Cepu yang dikelola ExxonMobil, produksi Juli 2026 mencapai 124.266 barel per hari, turun dari 151.166 barel per hari pada 2025. Pemerintah dan operator berupaya menstabilkan produksi meski menghadapi penurunan alami yang signifikan. Pada Blok Rokan yang dikelola PT Pertamina Hulu Rokan, produksi Juli 2026 mencapai 133.581 barel per hari, atau 81,5% dari target 163.859 barel per hari, terdampak kendala sistem kelistrikan yang belum pulih.

Di sisi lain, produksi gas bumi nasional juga belum mencapai target, dengan realisasi 6.544 juta standar kaki kubik per hari dari target 6.837 juta. Infrastruktur gas nasional terus dikembangkan, termasuk proyek transmisi pipa Duri-Seimangke sepanjang 541 kilometer yang berada pada progres 30 persen dan diproyeksikan selesai awal 2028. Jaringan gas rumah tangga ditargetkan mencapai 1,1 juta sambungan pada periode 2025-2028.

Menurut tiap media