Proyek LRT City Macet, Pemerintah Tekankan Penyelesaian untuk Konsumen
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Proyek LRT City yang dikelola PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) mengalami kemacetan akibat penurunan pasar dan kesulitan arus kas. Direktur Utama Adhi Karya, Moeharmein Zein Chaniago, menyebut krisis ekonomi 2018 dan pandemi COVID-19 menjadi penyebab utama penjualan tidak mencapai ekspektasi. Dari 5.400 unit yang terjual, 3.000 unit telah diserahterimakan, sementara 2.400 unit lainnya masih tertunda dengan progres pembangunan yang bervariasi.
Kondisi ini memicu protes dari Paguyuban Korban LRT City, terutama konsumen di wilayah Ciracas dan Tebet. Sekitar 93 persen dari 150-200 anggota paguyuban menuntuk pengembalian dana (refund), sementara 8 persen sisanya memilih menunggu penyelesaian unit. Pihak paguyuban berencana bertemu kembali dengan Kepala BP BUMN pada 10-15 Oktober untuk mencari solusi atas permasalahan hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD) tersebut.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mendesak pihak terkait untuk bertanggung jawab atas penyelesaian proyek LRT City guna menjamin hak hunian konsumen. Menteri PKP menekankan penegakan hukum agar terdapat efek jera dan memastikan proyek bermasalah tidak menjadi beban bagi masyarakat yang telah memenuhi kewajibannya. Pemerintah bersama BP BUMN dan Danantara telah menginstruksikan PT Adhi Karya untuk menuntaskan kewajiban serah terima tersebut. Proses inventarisasi jumlah korban disepakati selesai pada awal Oktober mendatang.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
kumparan
Adhi Karya Ungkap Penyebab Proyek LRT City Mandek: Market Turun, Cash Flow Sulit
16 September 2026 pukul 10.40 · Baca aslinya ↗
JawaPos
Tegas! Maruarar Sirait Minta Pihak Terkait Tanggung Jawab Penyelesaian LRT City
17 September 2026 pukul 23.15 · Baca aslinya ↗