Jakarta · Selasa, 8 September 2026Cari
WargaKonoha

PT Bukit Asam Semakan Laba dan Pengembangan Bisnis Hilirisasi di Semester I 2026

PT Bukit Asam (Persero) Tbk mencatat laba bersih Rp 2,65 triliun pada Semester I 2026, melonjak 218 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan didorong oleh pemulihan operasional pada kuartal II, penjualan ekspor naik 5 persen yoy, serta kenaikan 10 persen harga jual rata-rata batu bara (ASP). Pendapatan PTBA mencapai Rp 22,03 triliun, meningkat 8 persen yoy. Produksi batu bara sebesar 19,45 juta ton dengan penjualan 21,10 juta ton, dimana 10,33 juta ton diekspor. Proyek infrastruktur Tanjung Enim-Kramasan mencapai 93 persen, dan PTBA memperoleh komitmen pendanaan Rp 3,56 triliun dari bank-bank Himbara. Perseroan juga memperkuat diversifikasi melalui hilirisasi dan energi terbarukan seperti DME, Metanol, serta Kalium Humat.

PTBA mengembangkan program hilirisasi batu bara untuk meningkatkan nilai tambah perusahaan. Selain proyek gasifikasi menjadi Dimethyl Ether (DME) untuk substitusi impor LPG dan Synthetic Natural Gas (SNG) untuk kebutuhan industri, PTBA juga memproduksi metanol serta kalium humat. Saat ini, pabrik percontohan kalium humat berkapasitas 171 ton per tahun ditargetkan meningkat menjadi 10.000 ton per tahun. PTBA juga memperluas portofolio ke energi terbarukan melalui PLTS di lahan pascos Tambang dengan kapasitas 1,2 MW. Proyek strategis gasifikasi saat ini berada dalam tahap studi kelaikan akhir dan ditargetkan mulai konstruksi tahun depan. Perusahaan memproyeksikan kontribusi dari seluruh lini bisnis hilirisasi dan diversifikasi ini mencapai 20 persen dari total pendapatan perseroan dalam empat tahun ke depan.

Menurut tiap media