Jakarta · Senin, 24 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

PW GPA Jakarta Serukan Jaga Persatuan, Tolak Aksi Unjuk Rasa yang Dihadapi Provokasi

PW GPA Jakarta menyampaikan pernyataan menolak segala bentuk provokasi dalam aksi unjuk rasa yang dijadwalkan pada 27 Agustus 2026 oleh beberapa aliansi. Dedi Siregar, Ketua PW GPA DKI Jakarta, menekankan bahwa kebebasan berekspresi tidak boleh dimaknai sebagai kebebasan tanpa batas untuk membangun provokasi atau menyebarkan narasi tidak bertanggung jawab. Ia menegaskan bahwa hanya satu kelompok yang boleh merepresentasikan seluruh rakyat Indonesia, sehingga aliansi yang disebut tidak memiliki legitimasi untuk mengklaim mewakili seluruh bangsa. PW GPA juga meminta semua pihak menjaga persatuan dan kedamaian di Jakarta sebagai rumah bersama.

Dalam jumpa pers pada Minggu (23/8/2026), Dedi Siregar menyerukan menjaga persatuan dan kedamaian lebih dari kepentingan kelompok. Ia menolak aksi unjuk rasa yang dijadwalkan 27 Agustus 2026 di Gedung DPR yang mengandung provokasi, hasutan, atau merusak fasilitas umum. Meskipun menghargai kebebasan berekspresi sebagai bagian demokrasi, ia juga meminta para pengunjuk rasa tidak klaim merepresentasikan seluruh rakyat Indonesia.

Pimpinan Wilayah GPA DKI Jakarta menyampaikan seruan untuk menjaga kedamaian dan persatuan masyarakat. Aksi unjuk rasa yang dijadwalkan di Gedung DPR pada 27 Agustus 2026 oleh beberapa aliansi akan ditolak apabila mengandung provokasi, hasutan, atau berpotensi memecah belah. Dedi menekankan kebebasan aksi sebagai hak demokrasi, namun harus dibarengi dengan batasan. Tidak ada provokasi atau kerusakan fasilitas umum yang diizinkan.

Menurut tiap media