Jakarta · Jumat, 25 September 2026Cari
WargaKonoha

Ragam tanggapan warga Australia dan Asia-Pasifik terhadap AI dalam studi terbaru

Warga Australia dinilai paling skeptis terhadap kecerdasan buatan (AI) di dunia, dengan sebagian besar tidak menggunakan AI dalam kehidupan sehari-hari. Guru dari Queensland, Isabel Oar, menyatakan kekecewaan setelah menemukan email yang diduga ditulis AI, serta mengurangi penggunaan AI seperti ChatGPT karena khawatir jawaban yang keliru. Studi University of Melbourne dan KPMG menunjukkan tingkat kepercayaan AI lebih rendah di Australia dan Selandia Baru, sementara negara seperti China, India, Indonesia, dan Korea Selatan lebih terbuka dan antusias. Di Asia, pendekatan regulasi berbeda-beda: China mengembangkan kerangka regulasi AI komprehensif dengan sistem berlapis, sementara Singapura lebih mengandalkan hukum lunak dan kerangka sukarela. Perbedaan ini mencerminkan variasi dalam penerimaan dan pengawasan AI di kawasan Asia-Pasifik dibandingkan dengan Australia yang lebih waspada.

Menurut tiap media