Jakarta · Sabtu, 26 September 2026Cari
WargaKonoha

BI Catat Aliran Modal Asing US$400 Juta, Ekonomi RI Tumbuh 5,45%

Beberapa media melaporkan kondisi ekonomi Indonesia yang berbeda. CNN Indonesia mencatat Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing sebesar US$400 juta pada kuartal III 2026 hingga 21 September 2026, didorong oleh dana ke SBN dan global bond pemerintah. Gubernur BI Destry Damayanti menyatakan prospek ekonomi tetap positif dengan pertumbuhan proyeksi 4,9-5,7% pada 2026. Di sisi lain, beberapa media seperti Detik.com, Warta Ekonomi, dan Liputan6.com menyebutkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,45% pada semester I 2026 dan inflasi 3,19% pada Agustus 2026, berdasarkan pernyataan Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Ada perbedaan dalam pelaporan aliran modal: Detik.com dan Warta Ekonomi mencatat capital inflow sebesar Rp141,6 triliun hingga 11 September 2026, sementara Liputan6.com menyebutkan aliran modal sebesar Rp140,7 triliun pada September 2026.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan kondisi ekonomi Indonesia tetap kuat dan resilien meski menghadapi ketidakpastian global seperti konflik Timur Tengah dan kebijakan suku bunga AS. Kondisi fiskal pemerintah juga dilaporkan kuat dengan defisit APBN sebesar Rp240,1 triliun atau 0,93% dari PDB hingga Agustus 2026, didukung oleh pendapatan negara Rp2,055,6 triliun dan belanja negara Rp2,295 triliun. Keseimbangan primer APBN tetap positif. Arus modal domestik mulai pulih dengan capital inflow yang signifikan, didukung oleh kredibilitas fiskal Indonesia.

Koordinasi antarlembaga pemerintah juga dilakukan, seperti rapat yang dikoordinasikan oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco bersama Menteri Keuangan, Gubernur BI, hingga perwakilan Danantara dan OJK. Diskusi tersebut membahas kondisi ekonomi secara menyeluruh dan akan dilanjutkan dengan kebijakan baru. BI menekankan perlunya peningkatan investasi swasta sebagai pendorong pertumbuhan, sementara prospek sektor seperti industri mobil, semen, dan listrik tetap positif.

Menurut tiap media