Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

RAPBN 2027 Alokasikan Dana Sekolah Rakyat dan Revitalisasi Sekolah

Pemerintah menyiapkan anggaran khusus untuk sektor pendidikan dalam RAPBN 2027. Dana sebesar Rp32,9 triliun dialokasikan untuk penyelenggaraan dan pembangunan Sekolah Rakyat, program berbasis asrama untuk masyarakat miskin dan miskin ekstrem yang menyediakan pendidikan, pengasuhan, gizi, kesehatan, dan pembinaan karakter secara terpadu. Selain itu, alokasi sebesar Rp18,17 triliun ditujukan untuk revitalisasi sekolah dan madrasah melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), serta Rp2,67 triliun untuk pembangunan Sekolah Unggul Garuda.

Kementerian Sosial membentuk Tim Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat (TP2SR) untuk mendukung pembangunan 61 titik Sekolah Rakyat permanen yang belum termasuk dalam kuota Kementerian Pekerjaan Umum. PT Nindya Karya (Persero) turun tangan memastikan proyek Sekolah Rakyat selesai cepat, menggunakan Enterprise Resources Planning (ERP) untuk memantau pengadaan material, tenaga kerja, dan penggunaan peralatan. Hingga kini, 20 lokasi pembangunan sudah selesai, dengan 10 lokasi rampung 100% dan mulai melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan rata-rata 300 siswa per sekolah.

Perbedaan utama antar sumber meliputi jumlah alokasi dana: CNN Indonesia melaporkan Rp32,9 triliun khusus untuk Sekolah Rakyat, sementara CNBC Indonesia tidak menyebutkan angka serupa, fokusnya pada pelaksanaan proyek oleh PT Nindya Karya. CNN juga menyebutkan anggaran tambahan untuk revitalisasi sekolah dan Sekolah Unggul Garuda yang tidak ada dalam laporan CNBC.

Menurut tiap media